Meski Harus Terima Kekalahan, Pep Guradiola Justru Merasa Puas

Image
sumber: akurat.co
Pelatih Manchester City, Pep Guradiola tak kecewa tim besutan yang dilatihnya mengalami kekalahan atas pertandingan melawan Manchester United. Kekalahan di Derbi Manchester nyatanya membuat Pep Guradiola puas dengan permainan timnya meski seperti diketahui Manchester City tumbang dengan skor 0-2 dalam laga pekan ke-29 Liga Primer Inggris 2019-2020 di Stadion Old Traffors, Manchester, Inggris.

“Secara umum, kami bermain baik,” kata Guardiola usai laga sebagaimana dipetik dari laman resmi City.

Dalam pertandingan tersebut City sudah berhadil menguasi permainan sebanyak 72% kepemilikan bola. Dalam laga tandang ke markas tetangga tersebut City juga hampir terhindar dari kekalahan, jika VAR tidak membatalkan gol yang dicetak oleh Sergio Aguero.

The Citizens – julukan City – harus kebobolan di menit ke-30 melalui Anthony Martial dan Scott McTominay di akhir laga. Kiper City, Ederson, adalah faktor penentu dalam kekalahan ini karena kesalahannya.

“Dalam tipe permainan seperti ini, kesalahan kecil bisa membuat semuanya berbeda. Kami bermain baik,” kata Guardiola.

“Kami kebobolan dan kami seharusnya menghindari itu, tetapi di babak kedua kami juga bermain bagus. Jadi, selamat untuk Manchester United. Kualitas lawan selalu menentukan. Kami bermain baik. Ya, kami bisa bermain baik jika kami menang 5-0.”

Tentang kesalahan Ederson, Guardiola membela pemainnya. Mantan Pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu menganggap kesalahan yang dilakukan kiper Tim Nasional Brasil itu adalah hal yang bisa saja terjadi.

“Dia melakukan satu atau dua penyelamatan, dia adalah seorang kiper yang istimewa,” kata Guardiola. “Saya tidak akan menghakimi pemain saya, kesalahan adalah bagian dari pertandingan. Dia akan membaik dan seorang kiper istimewa. Hanya itu yang bisa saya lakukan.”


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Saat Kampanye Pemilu, Presiden Turki Tampilkan Video Serangan Selandia Baru

M. Ridwan Sebut Semarang Sudah Seperti Kota Kelahirannya

PM India: Jika Tidak Lockdown 21 Hari, Maka Negara Akan Mundur 21 Tahun