Kemanan Pemilu AS, Microsoft Optimis Bisa Tingkatkan Sistem Keamanan

sumber: 
Microsoft Indonesia
Perhatian utama para pejabat pemilihan umum, pakar keamanan siber dan banyak pemilih ditarik dengan campur tangan asing dalam sisten pemungutan suara di Amerika Serikat (AS). Terutama saat Rusia diketahui sudah turut serta dalam pemilihan presiden AS pada tahun 2016 lalu.

Pada minggu lalu pejabat keamanan pemilihan umum komunitas intelijen mengatakan kepada anggota parlemen AS, bahwa Rusia diyakini akan mengambil langkah untuk ikut campur dalam pemilihan 2020. Tujuan Rusia diduga untuk membantu Presiden Donald Trump menang kembali.

Raksasa teknologi asal AS, Microsoft lantas berupaya untuk menghindari bencana seperti itu dengan mencoba solusi mereka dalam pemilihan yang jauh lebih kecil. Dilansir dari CNN, wilayah Fulton telah melakukan pilot project ElectionGuard yakni pemilihan berbasis digital.

Eksekutif Microsoft mengatakan mereka optimis itu akan diadopsi secara luas oleh pemilihan presiden 2024. Perusahaan telah membuat kode perangkat lunak gratis dan tersedia untuk umum.

Wakil Presiden Microsoft untuk keamanan dan kepercayaan konsumen, Tom Burt mengatakan pihaknya melihat apa yang terjadi pada tahun 2016. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh musuh asing berusaha benar-benar mempengaruhi proses pemungutan suara di AS.


"Kami menyimpulkan bahwa kami memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin teknologi untuk melihat apa yang dapat dikontribusikan oleh Microsoft untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pemilihan kami," ucapnya.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Saat Kampanye Pemilu, Presiden Turki Tampilkan Video Serangan Selandia Baru

M. Ridwan Sebut Semarang Sudah Seperti Kota Kelahirannya

PM India: Jika Tidak Lockdown 21 Hari, Maka Negara Akan Mundur 21 Tahun