Donald Trump Banting Telepon Saat Berbicara Dengan Boris Johnson


Koran Evening Standard menjadi media yang pertama kali mengabarkan bahwa presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membanting teleponnya saat menghubungi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Pada koran tersebut dikatakn Donlad Trump marah dengan Boris Johnson.

Tidak hanya itu, media koran tersebut juga mengatakan bahwa para pejabat Inggris menyebut panggilan dari Donald Trump sebagai "panggilan yang membuat sakit kepala".

Boris Johnson bisa ditelepon oleh Presiden AS itu karena Boris telah memberikan izin  kepada perusahaan telekomunikasi China Huawei untuk bisa mengembangkan jaringan 5G di Inggris.

Mendengar hal tersebut Trump tidak setuju dengan keputusan yang diberikan Boris tersebut. Karena kerja sama tersebut mengancam bahwa AmerikaSerikat akan menarik kerja sama keamanan dengan Inggris jika kesepakatan itu dilanjutkan.

Ancaman Trump membuat jajaran pejabat Inggris naik pitam, sementara Johnson sendiri mengatakan Trump gagal menawarkan solusi alternatif dari kerja sama tersebut. Akun resmi Inggris yang mengungkapkan soal panggilan itu mengisyaratkan pertikaian dengan mengatakan Johnson menekankan pentingnya kerja sama antarnegara untuk mendiversifikasi pasar dan mematahkan dominasi sejumlah kecil perusahaan.

Dikutip dari media lainnya, The Sun, dikabarkan bahwa Boris Johnson memutuskan mengundur kunjungannya ke Washington yang semula dijadwalkan pada bulan Maret. Tidak jelas sampai kapan kunjungan itu diundur.

Pihak pemerintah Inggris sendiri tidak berkomentar lebih jauh usai panggilan Trump.


Sementara itu di tempat lain, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah secara jelas mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sikap Inggris.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Saat Kampanye Pemilu, Presiden Turki Tampilkan Video Serangan Selandia Baru

M. Ridwan Sebut Semarang Sudah Seperti Kota Kelahirannya

PM India: Jika Tidak Lockdown 21 Hari, Maka Negara Akan Mundur 21 Tahun