ISIS Umumkan Nama Pemimpin Baru Setelah Tewasnya Abu Bakar al-Baghdadi


Pertama kali kelompok radikal ISIS melantangkan suaranya dan membenarkan pimpinan mereka Abu Bakar al-Baghdadi telah wafat. Mereka pun untuk pertama kalinya juga membuka suara untuk penunjukan pengganti pemimpin mereka yang sudah tiada.

Akibat kematian pemimpin ISIS ini pada saat penyerbuan oleh pasukan Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu (26/10) di Idlib, Suriah. Selama hidupnya, kepala Baghdadi dihargai dengan nilai yang cukup fantastis yakni mencapai USD 25 juta atau sekitar Rp351,4 miliar.

Cara dirinya tewas sangat mengerikan, dirinya tewas dengan cara meledakan dirinya sendiri dengan rompi bom, dirinya tidak sendirian dalam peledakan tersebut. Diduga peledekan menggunakan rompi bom bersama dengan dua orang lainnya yang diperkirakan sebagai anaknya.

Lewat media milik mereka, ISIS mengumumkan nama pemimpin baru mereka yakni Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi.

ISIS pada hari Kamis (31/10) juga mengonfirmasi kematian juru bicara Abu al-Hasan al-Muhajir, yang tewas dalam operasi gabungan di Suriah utara oleh pasukan Kurdi dan Suriah beberapa jam setelah operasi yang menargetkan Baghdadi.

Juru bicara ISIS yang baru, Abu Hamza al-Qurashi, meminta seluruh umat Islam untuk bersumpah setia kepada Abu Ibrahim al-Hashemi. Nama al-Hashemi sendiri belum pernah didengar sebelumnya, banyak pihak menduga itu adalah nama rekaan yang akan disematkan ke seseorang.

ISIS sendiri tidak memberikan informasi rinci mengenai tokoh pemipin baru mereka. Mereka hanya menyebutkan nama dan mengatakan bahwa ia adalah jihadis yang bertempur melawan AS di masa lalu.

Dengan nama 'al-Qurashi', kelompok itu juga menjelaskan bahwa ia mengaku berasal dari suku Quraish, sesuatu yang umumnya dipegang oleh cendekiawan Sunni pra-modern sebagai kualifikasi utama untuk menjadi seorang khalifah.


Pengamat terorisme Mina al-Lami mengatakan, "Jika ISIS memilih untuk menunjuk seseorang yang bukan seorang Qurashi, maka mungkin itu adalah pengakuan implisit bahwa 'kekhalifahan' tidak ada lagi," dilansir dari laman BBC, Jumat (1/11).

Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Saat Kampanye Pemilu, Presiden Turki Tampilkan Video Serangan Selandia Baru

M. Ridwan Sebut Semarang Sudah Seperti Kota Kelahirannya

PM India: Jika Tidak Lockdown 21 Hari, Maka Negara Akan Mundur 21 Tahun